You see, it's easy!

FAQ Tentang TOEFL (PBT dan iBT)

FAQ TENTANG TOEFL

1. Apa TOEFL itu, dan apa bedanya dengan IELTS dan TOEIC?
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes yang mengukur kecakapan berbahasa Inggris. Fokusnya adalah untuk mereka yang ingin studi lanjut di perguruan tinggi luar negeri yang berbahasa Inggris. IELTS punya tujuan yang sama, hanya fokusnya lebih khusus untuk perguruan tinggi di negara-negara persemakmuran dan Inggris Raya, dan sebagian negara Eropa. TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes khusus untuk mengukur kecakapan menggunakan bahasa Inggris dalam bidang bisnis dan bidang sehari-hari yang non-akademis.

2. Jadi kalau saya ingin melanjutkan studi di luar negeri, mana yang harus saya ambil, TOEFL atau IELTS?
Tergantung pada permintaan atau persyaratan dari sponsor dan lembaga yang dituju. Tapi TOEFL dan IELTS adalah dua tes internasional yang sudah sangat diakui kredibilitasnya, sehingga sebenarnya bisa diambil salah satunya. TOEFL, menurut situs resminya, sudah diakui di 7500 lembaga dari 170 negara.

3. Apa beda antara TOEFL PBT (Paper-Based Test) dan TOEFL iBT (Internet-Based Test)?
Dari segi format tes: TOEFL PBT menguji kecakapan reading, kosa kata, listening, struktur, dan menulis. TOEFL iBT menguji kecakapan reading, writing, listening dan speaking secara lebih terpadu. Maksudnya, dalam TOEFL iBT, sang testee harus menggabungkan kecakapan mendengarkan dengan membaca dan menulis, sedangkan pada TOEFL PBT kecakapan-kecakapan ini diuji secara terpisah.

Dari segi kesulitan: TOEFL iBT jauh lebih menantang, karena menguji kecakapan berbahasa secara terpadu: mendengarkan, lalu langsung membaca teks singkat, dan segera harus menggabungkan atau membandingkan informasi tersebut dalam bentuk ujaran lisan. Atau bisa juga membaca, mendengarkan, kemudian langsung harus menulis suatu esai pendek tentang isi bacaan dan wacana lisan tadi.

Dari segi lama kursus: karena sifatnya yang lebih sulit tadi, TOEFL iBT memerlukan kursus yang intensif, sekitar 20 – 40 kali pertemuan. TOEFL PBT bisa dikuasai dalam waktu yang lebih singkat, sekitar 16 – 20 kali pertemuan.

Dari segi manfaat: TOEFL iBT mempunyai dampak lebih positif. Umumnya, si testee dengan sendirinya harus berlatih menggunakan bahasa Inggris secara terpadu, tidak sepenggal-sepenggal.

4. Bagaimana menguasai TOEFL dalam waktu singkat?
Sebenarnya jarang sekali ada seseorang yang bisa menguasai materi sesulit TOEFL dalam waktu singkat. Selain berlatih membiasakan diri dengan soal-soalnya di bawah panduan seorang instruktur yang cakap, sang testee juga harus rajin membaca, mendengarkan dan berinteraksi dalam bahasa Inggris. Kunci sukses belajar TOEFL bukan hanya melulu di kelas di bawah panduan instruktur, tapi juga ketika di luar kelas dengan belajar secara mandiri lewat kegiatan membaca, menulis dan berbicara tadi. Sebagai catatan, penulis blog ini tidak pernah ikut kursus TOEFL sekalipun, tapi skor TOEFL PBT nya tembus 600 lebih karena sudah membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam kurun waktu yang relatif lama.

5. Apakah saya bisa mengajukan skor TOEFL yang saya dapat dari lembaga kursus privat di kota saya untuk memenuhi syarat beasiswa atau semacamnya?
Tergantung pada yang meminta syarat tersebut. Untuk lembaga-lembaga besar dengan jangkauan internasional, mereka hanya menerima skor TOEFL yang didapat lewat tes yang diselenggarakan secara resmi oleh Educational Testing Service (ETS). Lembaga-lembaga di dalam negeri umumnya masih bisa menerima skor TOEFL ITP (Institutional Prediction Test), yaitu TOEFL yang sebenarnya sudah didaur ulang kemudian diujikan dengan biaya yang lebih murah. Namun inipun masih harus dalam supervisi ETS atau agen yang ditunjuk. Tes TOEFL yang diselenggarakan di luar kedua jenis itu lebih tepat disebut “TOEFL-equivalent test”, yaitu TOEFL yang sekedar meramalkan perolehan skor pada tes TOEFL resmi.

6. Di Indonesia, mana yang masih diselenggarakan, TOFL iBT atau PBT?
TOEFL iBT. Daftar kota dan lembaga yang menyelenggarakan TOEFL iBT bisa didapat lewat situs resminya di situs ini. Di posting ini juga ada bulletin TOEFL PBT terbaru yang memuat semua hal mulai dari registrasi sampai lokasi tes. Sebagai catatan, TOEFL PBT juga masih diujikan di Indonesia, namun sangat jarang dan tanggalnyapun tidak pasti.

7. Bagaimana rasanya mengambil tes TOEFL, terutama yang iBT?
Coba simak pengalaman rekan saya, Pak Windra Swastika, di link ini.

8. Bagaimana mengkonversi skor TOEFL PBT ke TOEFL iBT dan sebaliknya? Maksudnya, kalau skor PBT saya 489, itu setara dengan berapa dalam  iBT ?
Pak Aris Kumara menyediakan tabel konversinya di sini.

Apakah ada pertanyaan lagi yang belum tercakup? Silakan komentar ke posting ini.

Link di bawah ini adalah bulletin terbaru yang memuat segala hal tentang TOEFL PBT (Paper-Based Test) dari situs resmi TOEFL.

http://www.docstoc.com/docs/38579286/TOEFL-PBT-toefl_pbt_bulletin_2010-11

About these ads

2 responses

  1. Windra

    Tambahan pak, untuk TOEFL iBT diizinkan (atau disarankan malah) untuk membuat catatan selama test berlangsung. Sedangkan untuk TOEFL PBT tidak diizinkan membuat catatan apapun selama test.

    Jika tertarik membaca pengalaman first hand mengambil test TOEFL iBT dapat dibaca di: http://fct26.blogspot.com/2009/03/pengalaman-test-ibt-toefl.html dan http://fct26.blogspot.com/2009/03/just-beat-it-beibeh.html

    Semoga berguna… :)

    May 14, 2010 at 2:39 am

    • Thanks a lot, Pak Windra. That is definitely great help!

      Regards,

      Patrisius

      May 14, 2010 at 2:40 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.